Belajar Dari Kepompong - Tekanan Itu Untuk Menguatkan

Belajar Dari Kepompong - Tekanan Itu Untuk Menguatkan,-  Sering kali kita mengalami saat dimana jalan hidup tak selalu membuat kita nyaman. Ada saat dimana kita harus menghadapi berbagai persoalan yang memenatkan pikiran dan menggelisahkan hati, bahkan tak jarang air matapun perlahan mengalir membasahi sudut pipi karena harus menahan beban yang tak sanggup lagi dipikul oleh diri.

Namun, bila kita mau memperhatikan akan sebuah tekanan itu, kita pasti akan menemuan cahaya. Cahaya yang akan menerangi hati dan jiwa kita menjadi tenang, dan akan membuat diri kita lebih tinggi (derajatnya) dari orang lain. Sama halnya seperti sebuah balon.


Ketika balon itu ditekan, lalu dilepaskan, maka balon tersebut akan memantul tinggi. Selain itu pula, tekanan-tekanan dalam hidup yang terasa “menyesakan” kita, itu semua adalah cara Tuhan agar kita siap untuk “terbang tinggi”. Sama halnya dengan seekor kepompong yang hendak menjadi kupu-kupu.


Ada sebuah kisah, ketika seseorang berjalan-berjalan di kebun dekat rumahnya, ia menemukan kepompong yang sedang berusaha untuk menjadi kupu-kupu. Lubang kecil nampak terlihat di ujung kepompong itu. pria itu duduk dan mengamati selama beberapa jam untuk melihat proses terjadinya kepompong menjadi kupu-kupu.


Ulat dalam kepompong itu terlihat terus memaksa diri ingin keluar lewat lubang kecil dibawahnya. Tak berapa lama, kepompong itu tak bergerak. Pria itu bertanya kemudian berbicara pada dirinya sendiri “Kelihatannya ia telah berusaha semampunya dan sepertinya tidak bisa melanjutkan lagi.”


Kemudian si pria itu mempunyai inisiatif sendiri untuk membantu sang ulat. Ia pun memuatuskan untuk mengambil gunting dan memotong sisa-sisa kekangan dari kepompong itu. Hanya beberapa menit, kupu-kupu pun keluar dengan mudahnya.


Namun sayang, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayapnya pun mengerut. Pria itu pun terus memperhatikan dengan rasa penuh harap, semoga beberapa menit lagi sayap-sayap itu akan mekar dan melebar, lalu sang kupu-kupu pun terbang tinggi. Tapi ternyata, berjam-jam menunggu, semua itu tidak terjadi.


Kenyataannya, kupu-kupu itu hanya bisa menghabiskan hidupnya dengan merangkak dengan tubuh gembung dan sayap yang tak pernah mekar. Dia tidak pernah bisa terbang. Hingga akhirnya kupu-kupu itu pun mati karena tidak bisa mencari makan.

#Hikmah Yang Bisa Kita Ambil

 1. Tak setiap kasih sayang itu menyimbolkan kebaikan. Karena buktinya, seseorang yang membantu kupu-kupu untuk bisa terlepas dari jeratan kepompong, malah menjadikan kupu-kupu itu lemah dan tak bisa terbang.

2. Hambatan dan Tekanan adalah proses membentuk kekuatan. Sama halnya kepompong yang menjadi penghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang keciil, itu semua  adalah cara Tuhan untuk “memaksa” tubuh kupu-kupu menjadi indah, serta untuk menguatkan sayap-sayapnya. Agar ketika ia terlahir ke dunia, ia siap terbang karena sayap-sayapnya telah kuat sempurna.  


Begitulah cara Tuhan mendewasakan setiap makhlukNya. Terkadang tantangan, hambatan, dan perjuangan adalah sesuatu yang kita perlukan dalam hidup ini. Karena jika Dia membiarkan kita hidup tanpa adanya ketiga hal tersebut, itu akan melumpuhkan kita dan membuat diri kita lemah. Kita mungkin tidak bisa sekuat yang kita mampu, kita mungkin tidak pernah dapat terbang.

Ketika saya meminta agar dikuatkan, Tuhan memberi saya kesulitan untuk dihadapi. Ketika saya meminta kebijakan, Tuhan memberi saya persoalan untuk diselesaikan. Ketika saya meminta kemakmuran, Tuhan memberi saya otak dan tenaga untuk bekerja. Ketika saya meminta keteguhan hati, Tuhan memberi saya bahaya untuk diatasi. Ketika saya memita sebuah cinta, Tuhan justru menghadirkan orang-orang bermasalah untuk ditolong. Ternyata dari semua itu saya faham, bahwa saya tidak pernah memperoleh apa  ang saya inginkan, tapi saya mendapatkan apa yang saya butuhkan.
وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ 

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal sesuatu itu baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal sesuatu itu amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216).



Semoga Bermanfaat !


1 komentar so far

Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
Dalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
Yang Ada :
TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
Sekedar Nonton Bola ,
Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
Website Online 24Jam/Setiap Hariny


EmoticonEmoticon